Dari 129 gunungapi yang ada di wilayah Indonesia Gunung Merapi termasuk yang paling aktif. Merapi adalah gunungapi dengan tipe Strato-volcano dan secara petrologi magma Merapi bersifat andesit-basaltik. Menjulang setinggi 2978 m di jantung pulau Jawa, Merapi mempunyai diameter 28 km, luas 300-400 km2 dan volume 150 km3. Posisi geografis Merapi 7o 32’ 5" S ; longitude 110o 26’5" E. mencakup wilayah administratif Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merapi terbentuk secara geodinamik pada busur kepulauan akibat subduksi pertemuan lempeng Indo-australia dengan lempeng Asia. Dinamika erupsi Merapi umumnya didahului pertumbuhan kubah lava diikuti guguran awanpanas, guguran lava pijar dan jatuhan piroklastik. Bahaya utama yang mengancam sekitar 40.000 jiwa yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana adalah Pyroclastic Flow atau aliran awanpanas di samping bahaya sekunder lahar yang dapat terjadi pada musim hujan. Erupsi Merapi termasuk sering dalam 100 tahun terakhir ini rata-rata terjadi sekali erupsi dalam 2-5 tahun. Di luar ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Merapi memiliki aspek sosial dan ekonomis yang penting bagi kemajuan wilayah sekitarnya. Material erupsi Merapi seperti pasir dan batu menjadi penunjang pembangunan di Yogyakarta dan Jawa Tengah demikian juga halnya dengan produk pertanian yang dihasilkan di lereng Merapi dan majunya perkembangan wisata yang mendukung tumbuhnya ekonomi setempat.

16 - 22 Januari 2015 23/01/2015 16:07:57

normal
waspada
siaga
awas
deles kali boyong

 
AKTIVITAS GUNUNG MERAPI


Gunungapi Indonesia




Peta KRB Merapi 2010



 • Laporan Mingguan


• Laporan Bulanan


• Informasi Umum


• Sejarah


• Mitigasi


• Pemantauan


• Pendakian



 

 LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
16 - 22 Januari  2015

I. HASIL PENGAMATAN

Visual 

Cuaca cerah dominan terjadi pada pagi hari, Asap solfatara dominan warna putih, tebal, tekanan gas lemah tinggi asap solfatara maksimum 400 m, vertikal, teramati dari Pos Kaliurang pada tanggal 21 Januari 2015 pukul 16:10 WIB, rangkuman mengenai suhu dan angin terlihat pada tabel 1. Gambar 1 menunjukan puncak G. Merapi sisa Lava 1948 dan Lava 1956 diamati dari Pos PGM Babadan, dimana Lava 1948 mengalami pelapukan yang cukup intensif dibandingkan dengan Lava 1956. Material guguran saat ini menumpuk di bagian bawah lava 1948 yang mengarah ke hulu alur K. Trising- Apu.

 

 
Tabel 1: Keadaan suhu, kelembaban udara, kecepatan angin dan arah angin di tiap-tiap pos pengamatan.
 
 
 Gambar 1. Lava 1948 mengalami pelapukan yang cukup intensif dibandingkan dengan Lava 1956

Seismik

Dalam minggu ini kegempaan di G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 5 kali dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 15 detik terjadi pada tanggal 22 Januari 2015 dan gempa tektonik tercatat 6 kali. Aktivitas kegempaan minggu ini dalam kategori normal dan fluktuatif minggu kemarin.  Gambar 2 menunjukkan grafik kegempaan yang terekam dari Januari 2013 hingga Januari 2015.

 

 
Gambar 2. Kegempaan Gunung Merapi bulan Januari  2013 – Januari 2015.
Deformasi   

   Dari 4 sektor pengukuran deformasi menggunakan EDM, semuanya tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Gambar 3 memperlihatkan jarak tunjam reflektor terhadap titik pengukuran untuk reflektor RK2 (Kaliurang) dan RB1 (Babadan). Nilai rata - rata dalam minggu ini relatif tidak berubah dibanding minggu - minggu sebelumnya. Jarak RK2 sebesar 6506,94 m sedangkan jarak RB1 sebesar 4044,85 m.

 

 
Gambar 3. Hasil pengukuran  EDM Babadan (RB1) dan Kaliurang (RK2) Juni – Januari 2015
 
 
 
   Terdapat 8 stasiun tiltmeter terpasang di sekitar G. Merapi, Untuk saat ini stasiun tiltmeter Kla merupakan stasiun tiltmeter tertinggi yaitu di elevasi 1800 m. Nilai kemiringan yang diperoleh dari stasiun ini dalam beberapa minggu terakhir relatif tetap. Untuk sumbu S-U sebesar 0,009° dan untuk sumbu B-T -0.025°. Gambar 4 memperlihatkan nilai kemiringan untuk stasiun Kla.
 
 
 
Gambar 4.  Nilai kemiringan stasiun tiltmeter Kla (atas). Nilai suhu lingkungan diperlihatkan di grafik di bawahnya.

 
 
Perubahan posisi stasiun GPS PASB terekam oleh komponen horisontal Timur-Barat  (3,4 ± 5,7) x 10-5 m, komponen Utara-Selatan (0.6 ± 1,9) x 10-5 m,  dan komponen vertikal (3,2 ± 7,9) x 10-5 m. Pada minggu sebelumnya, perubahan posisi komponen horisontal Timur-Barat  (1.4 ± 4,1) x 10-5 m dan Utara-Selatan (0.6 ± 1,2) x 10-5 m.  Komponen vertikal menunjukkan perubahan sebesar (2,3 ± 3,6) x 10-5 m. Perubahan posisi stasiun tersebut fluktuatif dengan kecenderungan ke arah Tenggara. Hasil pengukuran GPS pada minggu ini dapat dilihat pada gambar  5.
 
 
Gambar 5. Grafik deformasi G. Merapi yang dipantau dengan metoda GPS di stasiun permanen Pasarbubar (PASB)


 Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan EDM, tiltmeter dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.
 
Curah Hujan
 
Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 73 mm/jam selama 65 menit terjadi di Pos Kaliurang pada tanggal 16 Januari 2015. Sejauh ini lahar tidak terjadi, hanya penambahan aliran dan perubahan warna air. Data grafik jumlah curah hujan dari pos-pos pengamatan G. Merapi dapat dilihat pada Gambar 6.
 
 
 
Gambar 6. Grafik hasil pengukuran curah hujan di pos-pos pengamatan Selo, Jrakah, Babadan, Ngepos dan Kaliurang hingga Januari 2013 – Januari 2015
 
II. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi dalam status “NORMAL”.

Rekomendasi :
    Dengan status aktivitas Gunung Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan sebagai berikut :

1.    Terkait musim hujan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar.

2.    Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segara ditinjau kembali.

Demikian  kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya diucapkan terima kasih.

 

Yogyakarta, 23 Januari 2014

a.n.  Kepala Pusat Vulkanlogi dan Mitigasi Bencana Geologi

Kepala BPPTKG
u.b
Kepala BPPTKG



Drs. Subandriyo, M. Si
NIP 19620612 1 99003 1 001