Dari 129 gunungapi yang ada di wilayah Indonesia Gunung Merapi termasuk yang paling aktif. Merapi adalah gunungapi dengan tipe Strato-volcano dan secara petrologi magma Merapi bersifat andesit-basaltik. Menjulang setinggi 2978 m di jantung pulau Jawa, Merapi mempunyai diameter 28 km, luas 300-400 km2 dan volume 150 km3. Posisi geografis Merapi 7o 32’ 5" S ; longitude 110o 26’5" E. mencakup wilayah administratif Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merapi terbentuk secara geodinamik pada busur kepulauan akibat subduksi pertemuan lempeng Indo-australia dengan lempeng Asia. Dinamika erupsi Merapi umumnya didahului pertumbuhan kubah lava diikuti guguran awanpanas, guguran lava pijar dan jatuhan piroklastik. Bahaya utama yang mengancam sekitar 40.000 jiwa yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana adalah Pyroclastic Flow atau aliran awanpanas di samping bahaya sekunder lahar yang dapat terjadi pada musim hujan. Erupsi Merapi termasuk sering dalam 100 tahun terakhir ini rata-rata terjadi sekali erupsi dalam 2-5 tahun. Di luar ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Merapi memiliki aspek sosial dan ekonomis yang penting bagi kemajuan wilayah sekitarnya. Material erupsi Merapi seperti pasir dan batu menjadi penunjang pembangunan di Yogyakarta dan Jawa Tengah demikian juga halnya dengan produk pertanian yang dihasilkan di lereng Merapi dan majunya perkembangan wisata yang mendukung tumbuhnya ekonomi setempat.

12 - 18 Juni 2015 19/06/2015 15:18:06

normal
waspada
siaga
awas
deles kali boyong

 
AKTIVITAS GUNUNG MERAPI


Gunungapi Indonesia




Peta KRB Merapi 2010



 • Laporan Mingguan


• Laporan Bulanan


• Informasi Umum


• Sejarah


• Mitigasi


• Pemantauan


• Pendakian



 

 


LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
19 - 25 Juni 2015
 

I. HASIL PENGAMATAN

Visual 

Visual cerah terjadi pada pagi, siang dan malam hari. Asap solfatara dominan berwarna putih tipis tekanan gas lemah ke arah barat. Tinggi asap solfatara maksimun 200 m teramati pada tanggal 19, 20 dan 25 Juni 2015 dari Pos Ngepos, Babadan dan Jrakah dengan arah condong ke Barat - Selatan dan Timur Laut. Pada minggu ini di sekitar Pos Babadan, Jrakah dan Selo suhu udara pada pagi hari mencapai titik terendah 13,4 ⁰C, masih relatif sama dengan minggu sebelumnya.

Seismik

Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 132 kali, gempa MP 10 kali, dan gempa tektonik tercatat 7 kali. Guguran terbesar tercatat pada tanggal 23 Juni 2015 jam 02.29 WIB dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 90 detik. Aktivitas kegempaan minggu ini dalam kategori normal. Lampiran 1a menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi   

Data Tiltmeter yang diperoleh dari stasiun Babadan dalam beberapa minggu terakhir ini belum menunjukkan adanya perubahan nilai tren kemiringan, perubahan nilai yang terjadi masih fluktuatif dalam batas toleransi alat. Untuk sumbu S-U sebesar – 0.026156° dan untuk sumbu B-T 0.38545° (Lampiran 1b). Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor Selatan) sebesar 6506,947 m sedangkan untuk RB1 (sektor Barat Laut) sebesar 4044,840 m, relatif sama seperti minggu - minggu sebelumnya (Lampiran 1c). Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan Tiltmeter dan EDM tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

 
Curah Hujan
 
Tidak terjadi hujan disemua Pos Pengamatan Gunung Merapi pada minggu ini (Lampiran 2).


 
II. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi dalam status “NORMAL”.

Rekomendasi :
    Dengan status aktivitas Gunung Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan sebagai berikut :

1.   Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasar Bubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

2.   Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segara ditinjau kembali

Demikian  kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya diucapkan terima kasih.

 

Yogyakarta,  26 Juni 2014

a.n.  Kepala Pusat Vulkanlogi dan Mitigasi Bencana Geologi

Kepala BPPTKG

 

 

I Gusti Made Agung Nandaka
NIP. 19641227 199303 1005 

 

 

III.    LEMBAR LAMPIRAN

 

Lampiran 1. Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode Seismik (a), Tiltmeter (b) dan EDM (c). hingga Oktober  2014 –  Juni 2015.

Lampiran 2. Grafik curah hujan disekitar Pos Pengamatan Gunung Merapi Oktober 2014 – Juni 2015

 

©2015