Dari 129 gunungapi yang ada di wilayah Indonesia Gunung Merapi termasuk yang paling aktif. Merapi adalah gunungapi dengan tipe Strato-volcano dan secara petrologi magma Merapi bersifat andesit-basaltik. Menjulang setinggi 2978 m di jantung pulau Jawa, Merapi mempunyai diameter 28 km, luas 300-400 km2 dan volume 150 km3. Posisi geografis Merapi 7o 32’ 5" S ; longitude 110o 26’5" E. mencakup wilayah administratif Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merapi terbentuk secara geodinamik pada busur kepulauan akibat subduksi pertemuan lempeng Indo-australia dengan lempeng Asia. Dinamika erupsi Merapi umumnya didahului pertumbuhan kubah lava diikuti guguran awanpanas, guguran lava pijar dan jatuhan piroklastik. Bahaya utama yang mengancam sekitar 40.000 jiwa yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana adalah Pyroclastic Flow atau aliran awanpanas di samping bahaya sekunder lahar yang dapat terjadi pada musim hujan. Erupsi Merapi termasuk sering dalam 100 tahun terakhir ini rata-rata terjadi sekali erupsi dalam 2-5 tahun. Di luar ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Merapi memiliki aspek sosial dan ekonomis yang penting bagi kemajuan wilayah sekitarnya. Material erupsi Merapi seperti pasir dan batu menjadi penunjang pembangunan di Yogyakarta dan Jawa Tengah demikian juga halnya dengan produk pertanian yang dihasilkan di lereng Merapi dan majunya perkembangan wisata yang mendukung tumbuhnya ekonomi setempat.

28 November - 4 Desember 2014 05/12/2014 17:04:53

normal
waspada
siaga
awas
deles kali boyong

 
AKTIVITAS GUNUNG MERAPI


Gunungapi Indonesia




Peta KRB Merapi 2010



 • Laporan Mingguan


• Laporan Bulanan


• Informasi Umum


• Sejarah


• Mitigasi


• Pemantauan


• Pendakian



 

 LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal
28 November - 4 Desember 2014

I. HASIL PENGAMATAN

Visual 

Asap solfatara dominan berwarna putih, ketebalan sedang, tekanan gas lemah. Tinggi asap solfatara maksimum 400 m arah condong ke Selatan, diukur pada tanggal 29 November 2014, pukul 7.35 WIB dari Pos PGM Jrakah. Cuaca cerah dominan terjadi pada pagi hari dan seusai hujan morfologi sebelah barat G. Merapi tidak mengalami perubahan yang signifikan (Gambar 1). Rangkuman cuaca disekitar lereng G. Merapi pada minggu ini dapat dilihat pada Tabel 1

Tabel 1. Cuaca mingguan di sekitar pos pengamatan G. Merapi

 

 
Gambar 1. Morfologi merapi Sektor Barat belum mengalami perubahan yang signifikan, diamati dari Pos Babadan pada tanggal 4 Desember 2014.
 

Seismik

  Dalam minggu ini kegempaan di G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 16 kali dengan amplitudo maksimum 21 mm durasi 50 detik  yang terjadi pada tanggal 30 November 2014, gempa tektonik tercatat 4 kali, gempa vulkanik tercatat 3 kali dengan amplitudo maksimal 27 mm dan durasi 12 detik. Aktivitas kegempaan minggu ini dalam kategori normal dan fluktuatif dibandingkan minggu kemarin.  Gambar 2 menunjukan grafik kegempaan yang terekam dari Januari 2013 hingga Desember 2014.

 

 
Gambar 2. Kegempaan Gunung Merapi bulan Januari  2013 – Desember 2014.
Deformasi   

   Hasil pengukuran deformasi EDM dari Pos Kaliurang terhadap Reflektor 2 (RK2) menunjukkan perbedaan jarak rata-rata antara minggu ini dan minggu sebelumnya sebesar  -+0,001 m, sedangkan untuk Reflektor 3 (RK3) sebesar -0,006 m. Untuk pengukuran reflektor di Pos Babadan Reflektor 1 (RB 1) memiliki perubahan hasil rata-rata -0,002 m (tetap) dan untuk Reflektor 2 (RB 2) memiliki nilai perubahan hasil rata-rata -0,002 m. Hasil pengukuran reflektor dari kedua Pos Pengamatan tersebut dapat dilihat pada Gambar 3 menunjukan nilai pengukuran EDM di Pos Babadan pada bulan Juli hingga Desember 2014.

 

 
Gambar 3. Hasil pengukuran  EDM Babadan Juli – Desember 2014
 
 
 
   Data tiltmeter Stasiun Babadan secara umum belum terjadi adanya perubahan trend perubahan yang signifikan, perubahan nilai rata-rata yang terjadi pada sumbu x bernilai -14.97 perubahan pada sumbu y bernilai -106,83. Data tiltmeter Stasiun Babadan dapat dilihat pada Gambar 4.
 
 
 Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Babadan  G. Merapi periode Januari  – Desember 2014.
 
  Perubahan posisi yang terekam di stasiun GPS permanent PASB komponen horisontal Timur-Barat (2,1 ± 6,0) x 10-5 m, komponen Utara-Selatan (0,8 ± 1,7) x 10-5 m,  dan komponen vertikal (2,1 ± 7,2) x 10-5 m. Perubahan posisi pada periode minggu sebelumnya adalah komponen Timur-Barat  (0,4 ± 8,0) x 10-5 m, komponen Utara-Selatan (0,5 ± 2,5) x 10-5,  dan komponen vertikal (1,3 ± 6,9) x 10-5 m. Perubahan posisi tersebut fluktuatif dengan pola pergeseran cenderung kearah tenggara. Gambar 5 menunjukan grafik deformasi yang dipantau dengan metoda GPS dari tanggal 6 Oktober – 5 Desember 2014.
 
 Gambar 5. Grafik deformasi G. Merapi yang dipantau dengan metoda GPS di stasiun permanen Pasarbubar (PASB)

 Curah Hujan
 
  Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 39 mm/jam selama 70 menit terjadi di Pos Ngepois pada tanggal 28 November 2014, sungai yang berhulu  disekitar G. Merapi tidak terjadi lahar dan hanya mengalami perubahan warna menjadi coklat. Data grafik jumlah curah hujan dari pos-pos pengamtan G. Merapi dapat dilihat pada Gambar 6.
 
 
 
Gambar 5.  Grafik hasil pengukuran curah hujan di pos-pos pengamatan Selo, Jrakah, Babadan, Ngepos dan Kaliurang hingga Januari 2013 – November  2014
 
II. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi dalam status “NORMAL”.

Rekomendasi :
    Dengan status aktivitas Gunung Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan sebagai berikut :
1.    Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
2.    Mengingat saat ini sudah mulai memasuki musim hujan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya ancaman lahar.
3.    Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segara ditinjau kembali.

Demikian  kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya diucapkan terima kasih.

 

Yogyakarta, 28 November 2014

a.n.  Kepala Pusat Vulkanlogi dan Mitigasi Bencana Geologi

Kepala BPPTKG
u.b
Kepala Seksi Metoda dan Teknologi



Nurudin, S.Si.
NIP 19680501 199103 1 004