Dari 129 gunungapi yang ada di wilayah Indonesia Gunung Merapi termasuk yang paling aktif. Merapi adalah gunungapi dengan tipe Strato-volcano dan secara petrologi magma Merapi bersifat andesit-basaltik. Menjulang setinggi 2978 m di jantung pulau Jawa, Merapi mempunyai diameter 28 km, luas 300-400 km2 dan volume 150 km3. Posisi geografis Merapi 7o 32’ 5" S ; longitude 110o 26’5" E. mencakup wilayah administratif Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merapi terbentuk secara geodinamik pada busur kepulauan akibat subduksi pertemuan lempeng Indo-australia dengan lempeng Asia. Dinamika erupsi Merapi umumnya didahului pertumbuhan kubah lava diikuti guguran awanpanas, guguran lava pijar dan jatuhan piroklastik. Bahaya utama yang mengancam sekitar 40.000 jiwa yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana adalah Pyroclastic Flow atau aliran awanpanas di samping bahaya sekunder lahar yang dapat terjadi pada musim hujan. Erupsi Merapi termasuk sering dalam 100 tahun terakhir ini rata-rata terjadi sekali erupsi dalam 2-5 tahun. Di luar ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Merapi memiliki aspek sosial dan ekonomis yang penting bagi kemajuan wilayah sekitarnya. Material erupsi Merapi seperti pasir dan batu menjadi penunjang pembangunan di Yogyakarta dan Jawa Tengah demikian juga halnya dengan produk pertanian yang dihasilkan di lereng Merapi dan majunya perkembangan wisata yang mendukung tumbuhnya ekonomi setempat.

10 - 16 April 2015 17/03/2015 19:07:04

normal
waspada
siaga
awas
deles kali boyong

 
AKTIVITAS GUNUNG MERAPI


Gunungapi Indonesia




Peta KRB Merapi 2010



 • Laporan Mingguan


• Laporan Bulanan


• Informasi Umum


• Sejarah


• Mitigasi


• Pemantauan


• Pendakian



 

 


LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
10 - 16 April 2015
No: 98 .Peng / 45 / BGV.K / 2015

I. HASIL PENGAMATAN

Visual 

Cuaca cerah dominan terjadi pada pagi dan malam hari, sedangkan  siang dan sore hari mendung dan berkabut. Asap solfatara dominan berwarna putih tebal, bertekanan gas lemah dengan tinggi asap maksimum 400 m, tegak, teramati pada tanggal 14 April 2015 pukul 08.27 WIB dari Pos PGM Kaliurang.

Seismik

Dalam minggu ini kegempaan di G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 4 kali, gempa MP 6 kali dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 10 detik yang terjadi pada tanggal 15 April 2015 pukul 24.58 WIB, sedangkan gempa tektonik tercatat 6 kali. Aktivitas kegempaan minggu ini dalam kategori normal. Lampiran 1a menunjukkan grafik kegempaan secara statistik dari bulan Oktober 2014 hingga April 2015.

 Deformasi   

Dari data Tiltmeter diperoleh nilai kemiringan yang diperoleh dari stasiun Ijo tampak trend perubahan sejak bulan November 2014 diduga terkait dengan musim hujan untuk kedua arah sumbu (Lampiran 1b). Untuk sumbu S-U sebesar 0.044° dan untuk sumbu B-T 0.102°. Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor Selatan) sebesar 6506,95 m sedangkan untuk RB1 (sektor Barat Laut) sebesar 4044,85 m, relatif sama seperti minggu - minggu sebelumnya (lampiran 1c). Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan Tiltmeter dan EDM tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

 
Curah Hujan
 
Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 77 mm/jam selama 35 menit terjadi di Pos Ngepos pada tanggal 12 April 2015. Tidak terjadi lahar disekitar sungai yang berhulu di G. Merapi.


 
II. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi dalam status “NORMAL”.

Rekomendasi :
    Dengan status aktivitas Gunung Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan sebagai berikut :

1.   Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara direkomendasikan hanya sampai di Pasar Bubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

2.    Terkait musim hujan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar dan tanah longsor.

3.    Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segara ditinjau kembali

Demikian  kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya diucapkan terima kasih.

 

Yogyakarta,  17 April 2014

a.n.  Kepala Pusat Vulkanlogi dan Mitigasi Bencana Geologi

Kepala BPPTKG

u.b

Kepala Seksi Metoda dan Teknologi

 

 

Nurudin. S.Si

NIP 19680501 199103 1 004 

 

III.    LEMBAR LAMPIRAN

 


 

Lampiran 1.Grafik data pemantauan G. Merapi menggunakan metode Seismik (a), Tiltmeter (b) dan EDM (c)  hingga Oktober  2014 –  April 2015.


 

#NC