Buku petunjuk   E-PUPNS BKN

Dari 129 gunungapi yang ada di wilayah Indonesia Gunung Merapi termasuk yang paling aktif. Merapi adalah gunungapi dengan tipe Strato-volcano dan secara petrologi magma Merapi bersifat andesit-basaltik. Menjulang setinggi 2978 m di jantung pulau Jawa, Merapi mempunyai diameter 28 km, luas 300-400 km2 dan volume 150 km3. Posisi geografis Merapi 7o 32’ 5" S ; longitude 110o 26’5" E. mencakup wilayah administratif Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merapi terbentuk secara geodinamik pada busur kepulauan akibat subduksi pertemuan lempeng Indo-australia dengan lempeng Asia. Dinamika erupsi Merapi umumnya didahului pertumbuhan kubah lava diikuti guguran awanpanas, guguran lava pijar dan jatuhan piroklastik. Bahaya utama yang mengancam sekitar 40.000 jiwa yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana adalah Pyroclastic Flow atau aliran awanpanas di samping bahaya sekunder lahar yang dapat terjadi pada musim hujan. Erupsi Merapi termasuk sering dalam 100 tahun terakhir ini rata-rata terjadi sekali erupsi dalam 2-5 tahun. Di luar ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Merapi memiliki aspek sosial dan ekonomis yang penting bagi kemajuan wilayah sekitarnya. Material erupsi Merapi seperti pasir dan batu menjadi penunjang pembangunan di Yogyakarta dan Jawa Tengah demikian juga halnya dengan produk pertanian yang dihasilkan di lereng Merapi dan majunya perkembangan wisata yang mendukung tumbuhnya ekonomi setempat.

Laporan aktivitas Merapi 29 Januari - 4 Februari 2016 08/02/2016 20:46:26

normal
waspada
siaga
awas
pasar bubar merbabu

 
AKTIVITAS GUNUNG MERAPI


Gunungapi Indonesia




Peta KRB Merapi 2010



 • Laporan Mingguan


• Laporan Bulanan


• Informasi Umum


• Sejarah


• Mitigasi


• Pemantauan


• Pendakian



 

 


LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 22-28 Januari 2016

 

I. HASIL PENGAMATAN

Visual 

Cuaca cerah terjadi pada waktu pagi dan malam hari, sedangkan pada siang dan sore hari visual dari Pos Pengamatan Gunung Merapi berkabut sesekali disertai mendung dan hujan. Asap solfatara berwarna putih, tebal dengan tekanan gas lemah, tinggi rata puncak. Terjadi badai di puncak Gunung Merapi pada tanggal 2-3 Ferbuari 2016, teramati dari pemantuan visual CCTV di Pasarbubar dan Pos Pengamatan Gunung Merapi.

Kegempaan

Dalam minggu ini kegempaan G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 5 kali dan gempa tektonik 8 kali. Guguran yang terjadi pada minggu ini memiliki amplitudo kecil dan durasi yang pendek. Guguran terbesar memiliki amplitudio maksimum 30 mm dengan durasi 45 detik. Aktivitas kegempaan minggu ini dalam kategori normal. Lampiran 1a menunjukkan grafik kegempaan di G. Merapi.

Deformasi   

Data Tiltmeter yang diperoleh dari stasiun Babadan dalam beberapa minggu terakhir ini belum menunjukkan adanya perubahan nilai tren kemiringan, perubahan nilai yang terjadi masih fluktuatif dalam batas toleransi alat. Untuk sumbu S-U sebesar -0.026113 ° dan untuk sumbu B-T 0.38535°(Lampiran1b). Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata-rata untuk RK2 (sektor Selatan) sebesar 6506,941 m sedangkan untuk RB1 (sektor Barat Laut) sebesar 4044,857 m, relatif sama seperti minggu - minggu sebelumnya (Lampiran 1c). Data pemantauan GPS Stasiun Pos Jrakah menunjukkan nilai perubahan posisi rata-rata untuk sumbu B-T 0.0021 m dan sumbu U-S sebesar 0.0012 m dan rata-rata sumbu Z sebesar 0.0020 m, tidak menunjukkan perubahan posisi yang signifikan.

Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan Tiltmeter, EDM dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.

 
Hujan dan Lahar
Pada minggu ini setiap hari di semua pos Pengamatan Gunung Merapi terjadi hujan. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 33 mm/jam selama 95 menit terjadi pada tanggal 2 Februari 2016 di Pos Pengamatan Kaliurang. Tidak terjadi lahar disemua sungai yang berhulu di G. Merapi. Grafik curah hujan tahun 2015-2016 ditunjukkan pada lampiran 2.
 
II. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil pengamatan maka aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam status “NORMAL”.

Saran :

    Dengan status aktivitas G. Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut :

1.   Kegiatan pendakian G. Merapi direkomendasikan hanya sampai di Pasarbubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Kondisi     
      morfologi puncak G. Merapi saat ini rawan terjadi longsor sangat berbahaya bagi keselamatan para pendaki.
 

2.   Mengingat saat ini musim hujan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar

3.   Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segara ditinjau kembali.

 

Demikian  kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya diucapkan terima kasih.

 

Yogyakarta, 5 Februari 2016

a.n.  Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi

BencanaGeologi,

Kepala BPPTKG

 

I Gusti Made Agung Nandaka

NIP. 196412271993031005

 

 

III.    LEMBAR LAMPIRAN

 

 

Lampiran 1. Grafik data pemantauan G. MerapimenggunakanmetodeSeismik (a), Tiltmeter (b) dan EDM (c). hingga Oktober  2014 –Januari 2016.

  

 

Lampiran 2. Grafik curah hujan dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Januari 2015 - Januari 2016

©2016