Dari 129 gunungapi yang ada di wilayah Indonesia Gunung Merapi termasuk yang paling aktif. Merapi adalah gunungapi dengan tipe Strato-volcano dan secara petrologi magma Merapi bersifat andesit-basaltik. Menjulang setinggi 2978 m di jantung pulau Jawa, Merapi mempunyai diameter 28 km, luas 300-400 km2 dan volume 150 km3. Posisi geografis Merapi 7o 32’ 5" S ; longitude 110o 26’5" E. mencakup wilayah administratif Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merapi terbentuk secara geodinamik pada busur kepulauan akibat subduksi pertemuan lempeng Indo-australia dengan lempeng Asia. Dinamika erupsi Merapi umumnya didahului pertumbuhan kubah lava diikuti guguran awanpanas, guguran lava pijar dan jatuhan piroklastik. Bahaya utama yang mengancam sekitar 40.000 jiwa yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana adalah Pyroclastic Flow atau aliran awanpanas di samping bahaya sekunder lahar yang dapat terjadi pada musim hujan. Erupsi Merapi termasuk sering dalam 100 tahun terakhir ini rata-rata terjadi sekali erupsi dalam 2-5 tahun. Di luar ancaman bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi, Merapi memiliki aspek sosial dan ekonomis yang penting bagi kemajuan wilayah sekitarnya. Material erupsi Merapi seperti pasir dan batu menjadi penunjang pembangunan di Yogyakarta dan Jawa Tengah demikian juga halnya dengan produk pertanian yang dihasilkan di lereng Merapi dan majunya perkembangan wisata yang mendukung tumbuhnya ekonomi setempat.

20 - 26 Februari 2015 27/02/2015 19:07:03

normal
waspada
siaga
awas
deles kali boyong

 
AKTIVITAS GUNUNG MERAPI


Gunungapi Indonesia




Peta KRB Merapi 2010



 • Laporan Mingguan


• Laporan Bulanan


• Informasi Umum


• Sejarah


• Mitigasi


• Pemantauan


• Pendakian



 


LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
20 - 26 Februari  2015
No: 97 .Peng / 45 / BGV.K / 2015

I. HASIL PENGAMATAN

Visual 

Secara visual nampak cuaca cerah terjadi pada pagi dan sore hari, asap solfatara dominan warna putih tebal, tekanan gas lemah. Tinggi Asap solfatara maksimum 400 m  condong ke arah Barat Laut teramati  pukul 08.45 WIB dari  Pos jrakah, rangkuman mengenai suhu dan angin terlihat pada tabel 1.  Pengamatan Morfologi kawah tanggal 18 Februari 2015 relatif tidak berubah bila dibandingkan dengan tangal 31 Desember 2014 (Gambar 1). Hujan yang terjadi di puncak G. Merapi saat ini belum mempengaruhi perubahan morfologi kawah.

 

 
Tabel 1: Keadaan suhu, kelembaban udara, kecepatan angin dan arah angin di tiap-tiap pos pengamatan.
 
 
 Gambar 1. Pengamatan Morfologi kawah tanggal 18 Februari 2015 relatif tidak berubah bila dibandingkan dengan tangal 31 Desember 2014

Seismik

Dalam minggu ini kegempaan di G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 3 kali, gempa MP 5 kali dengan amplitudo maksimum 5 mm dan durasi 4 detik yang terjadi pada tanggal  24  Februari 2015 dan gempa tektonik tercatat 5 kali. Aktivitas kegempaan minggu ini dalam kategori normal dan fluktuatif dibandingkan dengan minggu kemarin. Gambar 2 menunjukkan grafik kegempaan yang terekam dari Januari 2013 hingga Februari 2015.

 

 
Gambar 2. Kegempaan Gunung Merapi bulan Januari  2013 – Februari 2015.
Deformasi   

  Pengukuran EDM menghasilkan nilai jarak tunjam rata - rata untuk RK2 (sektor Selatan) sebesar 6506,95 m sedangkan untuk RB1 (sektor Barat Laut) sebesar 4044,85 m, relatif sama seperti minggu - minggu sebelumnya. Gambar 3 memperlihatkan jarak tunjam reflektor terhadap titik pengukuran untuk reflektor RK2 dan RB1 dalam 6 bulan terakhir.

 

 
Gambar 3. Hasil pengukuran  EDM Babadan (RB1) dan Kaliurang (RK2) Juni – Februari 2015
 
 
 
  Nilai kemiringan yang diperoleh dari stasiun KLA  dalam beberapa minggu terakhir relatif tetap. Untuk sumbu S-U sebesar 0,009° dan untuk sumbu B-T -0.025°. Gambar 4 memperlihatkan nilai kemiringan untuk stasiun Kla.
 
 
 
Gambar 4.  Nilai kemiringan stasiun tiltmeter Kla (atas). Nilai suhu lingkungan diperlihatkan di grafik di bawahnya.

 

Perubahan posisi stasiun GPS PASB komponen horisontal Timur-Barat  (0,9 ± 5,6) x 10-5 m, komponen Utara-Selatan (0,1 ± 0,9) x 10-5 m dan komponen vertikal (0,1 ± 5,6) x 10-5 m. Pada minggu sebelumnya, perubahan posisi komponen horisontal Timur-Barat (0,3 ± 5,2) x 10-5 m, Utara-Selatan (0,2 ± 1,4) x 10-5 m dan komponen vertikal (0,2 ± 1,4) x 10-5 m. Perubahan posisi stasiun GPS PASB fluktuatif dengan kecenderungan ke arah Tenggara. Hasil pengukuran GPS pada minggu ini dapat dilihat pada gambar  5.
 
 
Gambar 5. Grafik deformasi G. Merapi yang dipantau dengan metoda GPS di stasiun permanen Pasarbubar (PASB)

Deformasi G. Merapi yang dipantau secara instrumental dengan menggunakan EDM, tiltmeter dan GPS tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.
 
Curah Hujan
 
Disekitar Pos Pengamatan G. Merapi hanya terjadi gerimis saja, tidak terjadi lahar. Data grafik jumlah curah hujan dari pos-pos pengamatan G. Merapi dapat dilihat pada Gambar 6.
 
 
Gambar 6. Grafik hasil pengukuran curah hujan di pos-pos pengamatan Selo, Jrakah, Babadan, Ngepos dan Kaliurang hingga Januari 2013 –  Februari 2015
 

 
 
II. KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi dalam status “NORMAL”.

Rekomendasi :
    Dengan status aktivitas Gunung Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan sebagai berikut :

1.   Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara direkomendasikan hanya sampai di Pasar Bubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

2.    Terkait musim hujan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar dan tanah longsor.

3.    Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segara ditinjau kembali

4.    Berdasarkan surat edaran Kementerian Kehutanan, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Balai Taman Nasional Gunung Merapi dengan nomor S.15/BNTGM/Kons/2015 perihal pemberitahuan penutupan jalur pendakian, maka sejak 16 Januari - 16 Maret 2015 jalur pendakian di G. Merapi ditutup untuk umum guna penataan dan perbaikan jalur pendakian.

Demikian  kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya diucapkan terima kasih.

 

Yogyakarta, 27 Februari 2014

a.n.  Kepala Pusat Vulkanlogi dan Mitigasi Bencana Geologi

Kepala BPPTKG


Drs. Subandriyo, M. Si
NIP 19620612 1 99003 1 001

 

 

 #NC